Minggu, 16 Maret 2008

pelabuhan hati

Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila.
"Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang)"

Setiap awal shalat fardhu, selalu memohon berdoa kehaditat Rabbi, Allah Subhanawata'ala. Setiap ingin memulai niat untuk shalat selalu ingin bersyukur kepada Sang Khalik, Allahu rahmanirrahim. Setitik penyejuk hati bersimpuh bahwa kita ini hanya hamba Nya, tiada daya dan upaya selain kehendak Nya kita bisa melangkah bersama. Tersenyum untuk mencari rizki yang diridhoi Allah.

Embun pagi, bertasbih membangunkan hati. "Segala puji hanyalah kepunyaan Allah yang telah menghidupkan kami sesudah mematikan kami, dan kepada Nya kami akan dikumpulkan". Ingin selalu ada senyum keiklasan di hatiku.

Kutanamkan didalamnya mutiara, hingga tiba saatnya ia dapat
menyinari tanpa mentari dan berjalan di malam hari tanpa
rembulan karena kedua matanya ibarat sihir dan
kuningnya laksana pedang batu india.
Milik Allah-lah setiap bulu mata, leher dan
kulit yang indah mempesona.

Sujud syukur selalu kupanjatkan dalam tiap2 shalat lail ku, kau bangunkan hatiku yang selalu terselimuti keresahan dunia. Ku ingin tahajudku selalu ada bersamamu. Bersama menghadapi ujian Allah yang berat kurasakan. Titipkan hatiku selalu ada di hatimu, Mutiaraku.

Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.
"Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik"

Tidak ada komentar: