Senin, 03 Maret 2008

5 maret 1988 - 5 maret 2008

Dua puluh tahun lalu, jiwa itu lahir ke dunia.

Dia hadir untuk dicintai.

Irama tangisnya begitu merdu,

Dari tubuhnya terpancar wangi surgawi,

Belum ada noda sedikit pun di hatinya,

Dia masih suci, benar-benar suci seperti tirta dan segara bening yang akan menjadi sumber kehidupan bagi setiap insan kemudian..

Ibu berjuang bersimbah darah dengan nyawa yang meregang

Ibu berjuang dengan seluruh jiwa raga dan juga cintanya untuk diri itu

Ibu memeluk tubuh itu dengan penuh hangat

Menyentuhnya dengan penuh kasih sayang

Dan menitikkan airmatanya dengan penuh rasa cinta, senyum, dan bahagia..

Aku tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi kala itu,

Tuhan baru menghadirkanku ke dalam hidupnya saat dia berusia 13 tahun

Jiwa itu tumbuh menjadi anak ceria, hidup dari satu cawan ke cawan lain.

Dia pun beranjak remaja, dan bertemu denganku. Dia begitu pendiam

Aku pun jatuh cinta.

Namun sayang, ketika cinta itu harus kami lewati penuh dengan cobaan, kami harus berpisah.

Berat untukku, yang harus berpisah dengan jantung hati karena segala sesuatu yang terjadi
Kini jiwa itu berdiri dalam perjanjian

Ia punya mimpi dengan ;denganku:..

Entah mimpi itu akan jadi nyata atau (mungkin juga) itu hanya jadi mimpi saja.

hanya Allah yang tahu

Dia begitu berubah..

Dia begitu bersahaja,

Mungkin Allah di atas

sana
menginginkan ‘sesuatu’ terjadi dan itulah rahasiaNya.

Entah harus darimana lagi aku mencintainya. Dari sini, sudah pasti aku masih mencintainya dengan sepenuh hati. Walau kini aku punya “kawan” atau “lawan” untuk memilikinya ???

Aku yang mencintainya dengan penuh pengorbanan, ikut tersenyum dengan airmata. Walau hanya aku yang tahu bagaimana “rasa”nya, tapi aku punya satu kejujuran di hati..

“Cinta, aku tahu benar sakitnya hati ini. Mungkin lebih sakit dari ibu yang ketika itu melahirkanmu. Tapi aku juga tahu, bahwa saat ini aku masih begitu mencintaimu. Oleh sebab itu, tirani yang berkembang di hati, aku bunuh pelan-pelan. Aku berjuang, bukan untuk di acuhkan. Aku berjuang untuk sesuatu yang aku cinta. Aku mungkin bukan laki2 sempurna, kau pun begitu. Bukan wanita yang sangat sempurna. Tetapi aku ingin mencintaimu dengan cara sempurna..”

Semoga cintamu untuk Allah membawamu pada akhir yang penuh dengan cinta. Dan.. cintaku untuk Allah pun dapat menghancurkan tirani yang mekar mendewasa..

Ibu,

Terima kasih untuk perjuangannya di dua puluh tahun yang lalu..

Melahirkan seseorang yang telah menyadarkan aku tentang keberadaan sang pencipta

Mengajari aku sebuah pengorbanan,

Mengenalkan aku pada sedetik cinta,


Membawa aku pada jutaan inspirasi

Dan mengajari cara untuk bersyukur

Thank you for the embody, the treatment, and the careness for him.

He was the treasure that I longed to find.

Without your love I would be lost. I’m happy if you guys happy

- I LOVE YOU FROM THE BOTTOM OF MY HEART IN EVERY SINGLE DAY -

Dan aku pun berjanji hati untuk selalu menjaga cinta untuknya..

Karena Cinta...
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..


Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu
dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..


Adalah ketika dia mulai mencintai
orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari
berkata 'Aku
turut berbahagia untukmu'

HAPPY BIRTH DAY CINTA PERTAMA SEKALIGUS CINTA TERAKHIR KU

pattaya

Tidak ada komentar: